Di dalam kamarnya, Albert menemukan Cella masih terlelap mengarungi alam mimpi. Dia bergegas mengganti pakaian basahnya dengan piyama tidurnya sebelum mendekati sisi ranjang yang kosong di sebelah Cella. Jari-jari tangannya bergerak mengelus pipi Cella sehingga membuat mata sang istri terbuka. Cella terbangun karena ada telapak tangan dingin menyentuh pipinya. “Al,” ucapnya serak. “Tidurlah lagi,” pinta Albert dengan nada selembut tatapan matanya. “Rambutmu basah?” Cella melihat tetesan air yang terjatuh dari rambut suaminya. “Aku usai berenang. Gerah. Ayo tidur lagi, saat ini masih dini hari,” ajak Albert kembali dan mulai merebahkan tubuhnya di sebelah Cella. Dia juga menyempatkan diri mengecup lembut kening Cella sebelum tubuhnya benar-benar berbaring. Saat Cella kembali memejamkan

