Albert sangat tidak bisa berkonsentrasi saat memimpin rapat. Bahkan, dengan tidak sopannya dia meninggalkan ruangan saat rapat masih berlangsung. Pikirannya kini dipenuhi dengan perkataan Cella yang baru pertama kali membalas kemarahannya. “Argh! Mengapa aku bisa sekasar tadi? Bagaimana jika Cella serius dengan perkataannya?” tanya Albert beruntun pada dirinya sendiri. Dengan cepat Albert menyambar kunci mobil yang tadi diletakkannya di atas meja. Dia akan memastikan bahwa istrinya tidak serius angkat kaki dari apartemen seperti yang dikatakan tadi. “Batalkan semua jadwalku hari ini!” perintah Albert pada Frecia. Tanpa mendengar jawaban dari sekretarisnya, Albert bergegas menuju parkiran. Sambil berjalan dia mencoba menghubungi nomor Cella. Dia berulang kali mencobanya karena nomor po

