“Sudah, Darl. Ngomong-ngomong, kamu sudah menjamu Mamaku?” “Baiklah. Terima kasih banyak, Darl. I love you.” “Tenanglah, serahkan semuanya padaku. Satu per satu akan aku urus dan singkirkan. Kamu tidak usah meragukan kemampuanku dalam hal merayu dan menghasut calon orang tua baruku. Setelah berhasil mendepak anak perempuannya dengan video menjijikan itu, sebentar lagi giliran putra dan menantu mereka yang akan aku usir pelan-pelan.” “Tentunya dengan membuat mereka tidak nyaman berada di rumah ini.” “Oh ya, besok aku ingin bertemu denganmu. Aku sudah sangat merindukanmu, terutama dekapanmu.” “Tentunya bukan sekadar bertemu, Darl, tetapi seperti yang biasa kita lakukan. Saling berbagi kehangatan dan memuaskan.” “Aku sangat mencintaimu, My Darling. Bye.” *** “Beres, Ma. Pokoknya besok

