Liora mengerjabkan kedua matanya, ia merasaka kepalanya sedikit pusing. Warna putih adalah warna pertama yang tertangkap indra penglihatan wanita itu. Bau desinfektan dan juga bunyi bising bisa ia dengar dan cium. Liora menguga kalau dirinya berada di rumah sakit. Wanita itu berusaha bangkit duduk, ia melihat tangannya terdapat selang infus. “Kau sudah bangun?” Seseorang datang dan berdiri di samping ranjang pekaitan Liora. “Kau? Kenapa kau ada di sini?” tanya Liora menyipitkan kedua matanya. Ia heran kenapa orang pertama yang ia temui justru Harald. Setidaknya, ia bisa bertemu dengan Jea,manajernya. “Kemana Jea?” guma Liora dalam hati. “Jea sedang mengurus administrasi rumah sakit.” Harald seakan mengerti apa yang tengah difikirkan Liora saat ini. Briena hanya diam saja tak menyahut.

