Naufal mengusap kepala Ariella. "Lain kali tutup tendanya yah?" ujar Naufal. Ariella mengangguk patuh. "Um, tutup tenda." Naufal tersenyum kecil, dia tidak ingin berwajah datar, takutnya akan menakuti sang pacar, sudah cukup dia melihat wajah tegang dan ketakutan dari pacarnya hari ini. Jangan lagi membuat pacarnya takut. Indera penciuman Naufal mencium bau makanan enak, matanya melirik ke arah makanan itu berada. "Aril masak makanan?" tanya Naufal. Ariella mengangguk pelan. "Um … ini makanan kaleng." Naufal mengangguk mengerti. "Sudah lapar yah? ayo makan." Ariella menggelengkan kepalanya, dia mendekatkan makanan itu ke arah Naufal. "Untuk Kakak Opal." "Untuk kamu juga. Kamu harus makan," balas Naufal. "Kakak Opal lelah, tadi bantu orang, ini untuk Kakak Opal," ujar Ariella.

