Chapter 36

1512 Kata
Setelah melihat mata Naufal yang terbelalak, Mentari berkata lagi. "Opal, ada tiga kepribadian berbeda yang mendiami diri Ariel." Naufal malah lebih kaget lagi, seakan dia tak percaya bahwa ada tiga kepribadian sekaligus di dalam diri adik sepupunya. "Jika kamu lebih teliti lagi, apakah kamu menemukan suatu perbedaan dalam sikap Aril? ah, atau jangan ingat ketika di masa lalu, ingatlah dalam akhir-akhir ini, adakah yang berbeda?" tanya Mentari pada Naufal. Naufal diam selama beberapa saat, dia terlihat sedang mengumpulkan ingatan ketika sedang bersama dengan Ariella. Mulai dari masa kanak-kanak mereka, remaja, hingga dewasa yang amat sedikit sekali kenangan itu. Naufal akui bahwa kenangan dia bersama dengan Ariella tidaklah banyak, semakin berjalannya waktu semakin kenangan itu mengerucut kecil. "Ini … Opal nggak tau kalau Aril memiliki kepribadian ganda," ujar Naufal. Dia melirik ke arah Mentari dan bertanya, "Apakah ketika tragedi penembakan di mal delapan belas tahun yang lalu, kepribadian lain Adik Aril muncul?" Mentari melihat serius ke arah wajah Naufal dia hendak menjawab sesuatu namun malah pertanyaan yang keluar dari bibirnya. "Apakah kamu tahu bahwa Ariel dipanggil dua nama panggilan?" tanya Mentari. Wajah Naufal terlihat serius dan tidak ada ekspresi. "Ari dan … Lia?" jawab Naufal. "Ya, benar sekali. Bagaimana Ari menurutmu?" tanya Mentari. "Ari adalah gadis yang … manis, agak pemalu dan … penurut," jawab Naufal jujur. Dia memang melihat kepribadian asli dari Ariella adalah seorang gadis yang manis dan juga agak pemalu dan terakhir adalah penurut, menurut Naufal kepribadian asli Ariella yang ini adalah yang dia sukai karena Ariella sangat menuruti apapun perkataan dia dan memang menjaga pandangan matanya terhadap orang lain. Entah kenapa ketika mengingat Ariel yang menjaga pandangannya terhadap orang lain Naufal tersenyum kecil. Mentari tersenyum tipis. "Apa tanggapanmu mengenai Lia?" tanya Mentari lagi. "Lia …," ujar Naufal sambil mengingat, "dia dingin, Opal nggak terlalu mengenali kepribadian yang ini setahu Opal, Lia ini dia tidak banyak bicara dan banyak diam, mungkin jika dia berbicara dengan orang lain maka itupun hanya seperlunya sepatah atau dua kata saja." Mentari mengangguk membenarkan apa yang Naufal ucapkan. "Semua yang kamu ucapkan itu adalah benar bahwa Lia memang tidak banyak bicara dan banyak diam." "Selain dia diam dan tidak banyak bicara apalagi yang kamu ketahui mengenai kepribadian Ariel yang bernama Lia ini?" tanya Mentari. Naufal menjawab, "Kepribadian ini dia …," jawab Naufal terhenti, rupanya dia sedang mengingat apa yang baru saja terjadi yaitu masalah yang baru saja dia selesaikan malam ini berkaitan dengan Ariella, tatapan mata Naufal terlihat sangat serius dia menatap ke arah Mentari dan menjawab, "Lia ini dia sangat kuat dan kasar." Mentari mengangguk membenarkan kemudian dia bertanya lagi pada Naufal. "Opal kamu telah menyaksikan sendiri bagaimana Lia dengan kasar dan brutalnya menghajar seseorang malam ini, apakah kamu takut berdekatan dengan Ariel?" Naufal menggelengkan kepalanya sambil menjawab, "Tidak, Opal sama sekali tidak takut berdekatan dengan adik Ariel." Mentari tersenyum kecil, dalam hati dia memuji keberanian Naufal ini. "Apa yang diajarkan oleh Kakek Ran kamu sungguh adalah seorang pria yang bertanggung jawab dan memegang janjinya. Untuk yang terakhir kalinya Tante Tari akan bertanya lagi pada kamu, apakah kamu akan menolak jika Tante Tari menginginkan bantuanmu agar menyembuhkan kepribadian Ariel?" Naufal menggelengkan kepalanya sambil menjawab, "Opal nggak akan menolak untuk membantu Tante Tari, apa yang Opal katakan sebelumnya Opal nggak akan menarik lagi perkataan Opal." Mentari tersenyum dia senang dengan jawaban Naufal. Eric dan Bushra saling melirik, ada banyak sekali pertanyaan yang ingin mereka tanyakan kepada Mentari namun tidak elok rasanya jika mereka telah menyerahkan pengobatan Ariella kepada Mentari namun mencoba untuk bertanya mengenai metode apa yang akan digunakan oleh Mentari untuk menyembuhkan anak mereka, sebab mereka percaya bahwa Mentari adalah dokter jiwa yang sangat profesional, mereka hanya bisa percaya saja pada kemampuan dari Mentari. "Opal, Tante Tari akan jelaskan mengenai tiga kepribadian dari Ariella, kamu siap mendengarkan?" ujar Mentari. Naufal mengganggu dan menjawab, "Baik, Opal siap mendengarkan." Naufal mengambil tempat duduk, dia bersiap untuk mendengarkan penjelasan dari Mentari mengenai kepribadian yang mendiami tubuh adik sepupu perempuannya yang bernama Ariella Achtiana Rousseau. "Kamu harus tahu kepribadiannya, sebenarnya ada dua kepribadian tambahan, seperti yang kita tahu pertama adalah Ariel sendiri atau yang biasa kita panggil namanya dengan Ari atau Ariel kepribadian ini menetap hingga sekarang di dalam diri Ariel dari dia lahir. Pada usia sekitar tiga tahun kepribadian kedua muncul, dia adalah kepribadian yang kita kenal dengan nama Lia kecil, pasti kamu ingin bertanya-tanya kenapa dia ingin dipanggil Lia kecil?" Naufal mengangguk membenarkan. "Pada usia sekitar tiga tahun, Ariel dan keluarganya mengunjungi Jakarta, mereka mengunjungi Nenek Lia dan kakek Agri. Pada saat sudah tinggal bersama Kakek Agri dan Nenek Lia, ternyata kepribadian ini muncul dan mendeklarasikan dirinya adalah Lia kecil karena Lia besar adalah nenek buyutnya yaitu Nenek Lia yang sangat menyayangi Ariel. Lia kecil muncul sebagai pertahanan terhadap apa yang dia lihat terhadap Nenek Lia yang saat itu suka mengambil makanan di tempat sampah ternyata pada masa lampau Nenek Lia ini banyak dikucilkan oleh orang karena menganggap bahwa Nenek Lia adalah orang yang tidak waras karena suka mengambil makanan di tempat sampah." "Kepribadian ini sangat keras, tentunya kamu pasti pernah mengingat peristiwa di mall ketika kala itu terjadi penyerangan dan penembakan brutal padamu dan pengawal keluarga Basri," ujar Mentari. Naufal mengangguk. Tentu saja dia mengingat peristiwa itu, itu adalah bagian dari masa lalunya yang tak akan terlupakan, dari kejadian itu dia terus meningkatkan kewaspadaan diri dan berlatih agar menjadi lebih kuat dan bisa melindungi dirinya sendiri ketika bepergian sendirian. "Tante Tari, Opal ingin bertanya, Opal nggak pernah bertemu dengan kepribadian ketiga Adik Aril." Mentari menjawab, "Kepribadian ketiga ini dia cenderung untuk bunuh diri." "Apa?!" Naufal terbelalak, dia terlihat kaget ketika mendengar ucapan dari Mentari. "Apakah Tante Tari pernah bertemu dengan kepribadian yang ketiga ini?" tanya Naufal. Mentari menggelengkan kepalanya dia melirik ke arah Eric dan Bushra, Mentari berkata, "Jelaskan apa yang kalian lihat dari kepribadian ketiga ini!" Erik melirik arah Naufal, dia menjawab, "Om pernah bertemu dengan kepribadian ini satu kali, ini terjadi ketika selesai pemakaman Kakek Agri dan Nenek Lia pada saat itu Ariel menolak makan selama dua hari, saat itu Om dan Tante Sira memasukkan kaki ke rumah tua Nabhan, kami melihat bahwa dia sudah berada di gendongan Fattah, Om dan Tante kaget dan sangat terpukul saat itu. Setelah kami menunggu selama dua jam lebih, Ariel bangun namun pada saat itu tatapan matanya kosong, Om bahkan tidak tahu kepribadian apa yang muncul. Om dan Tante hanya khawatir mengenai anak kami karena kami sudah lama tidak bertemu dan pada saat kami bertemu dia mengalami sakit dan dilarikan ke rumah sakit, pada saat itu pandangan matanya kosong dia hanya memiliki satu arah yaitu ke arah jarum infus yang tertanam pada tangan kirinya, Om tidak tahu apa rencana dari kepribadian ketiga ini namun pada saat pada saat istri Om memeluk Ariel sambil menangis, Om melihat sendiri kepribadian ini mencabut paksa jarum infus yang tertanam pada venanya dan dengan tanpa ada rasa takut dia menusuk ke dalam nadinya." Naufal terbelalak matanya terbuka lebar dia tidak percaya dengan apa yang dijelaskan oleh Eric, namun Bushra mengangguk membenarkan apa yang dikatakan oleh sang suami yang tentu saja benar. "Tante Sira panik, hari itu adalah pertama kalinya melihat kepribadian ini, Lolly dia sangat ingin bunuh diri, Tante nggak tau alasan Lolly untuk bunuh diri, Tante Sira sangat takut," ujar Bushra. "Loli?" tanya Naufal. Eric menggangguk. "Ya. Kepribadian ketiga ini bernama Loli dia cenderung bunuh diri." Naufal merasa bahwa dia harus mencerna dulu apa yang dia dengar, setelah beberapa saat kemudian, dia mencerna semua apa yang dijelaskan oleh Eric dan Bushra, dia bertanya kepada Mentari, "Tante Tari, jika benar ada kepribadian ini lalu bagaimana Adik Aril bisa bertahan hidup hingga sekarang?" "Pada saat itu Tante Tari memicu pertahanan dari kepribadian kedua agar menekan kepribadian ketiga agar tidak muncul lagi," jawab Mentari. "Menekan?" Naufal mengerutkan keningnya. Mentari mengangguk. "Ya," jawab Mentari. "Bagaimana cara Tante Tari untuk menekan kepribadian ketiga ini?" tanya Naufal. "Tante Tari membeberkan kepada kepribadian kedua bahwa di dalam tubuh Ariella ini bukan hanya dia saja yang mendiami atau menghuni tubuh Ariel, namun ada juga kepribadian lain. Tante menjelaskan kepada dia bahwa dia hampir saja membunuh dirinya sendiri dan mengakhiri hidupnya, dengan berkata begini maka keberadaan kepribadian kedua akan menjadi lebih waspada dan berusaha agar terus tetap muncul agar kepribadian ketiga tidak akan muncul lagi karena dengan dia tahu bahwa bukan hanya dia yang mendiami diri Ariella dan ada kepribadian lain yang sangat berbahaya dia tidak ingin mati atau dibunuh oleh kepribadian ketiga ini, tetapi Tante tidak tahu bahwa cara Tante pada saat itu membuat dia benar-benar menguasai tubuh Ariel, dia bahkan memilih untuk masuk Akademi Militer dan pada saat itu dia menyelesaikan masa belajarnya di Akademi Militer," jawab Mentari. "Apakah pada saat masa pendidikan di Akademi Militer kepribadian asli Adik Ariel muncul?" tanya Naufal. Mentari mengangguk. "Ya, Aril pernah muncul, namun intensitas kemunculan Aril sangat sedikit hingga sekarang sudah sembilan tahun berlalu. Dari sini Tante Tari sadar bahwa jika terus membiarkan Lia yang mengambil alih kesadaran Aril, maka Lolly pasti akan tertidur, namun Aril juga akan tertidur." "Bagaimana jika Adik Ariel tidak akan muncul dan hanya ada Lia kecil?" tanya Naufal. Mentari menjawab, "Maka Aril akan tidur selamanya." *
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN