Atika tersenyum menenangkan ke arah Ariella. "Nggak apa-apa, hanya sakit kram datang bulan," ujar Atika menangkan Ariella. Ariella mengangguk sambil menyentuh bawah perutnya. "Nanti sebentar lagi obat rebusannya jadi biar perut Aril nggak sakit lagi," ujar Atika. Ariella mengangguk. Kepala Ariella yang sedang menunduk sedikit mendongak. Gadis ini melirik ke arah pintu kamar yang tertutup. Atika ikut melirik ke arah pintu kamar. Mungkin karena Naufal yang baru saja keluar dari kamar itu, jadinya Ariella melirik ke arah pintu. Atika tersenyum kecil, dia tahu mengenai perasaan sang keponakan yang menyukai Naufal. "Apakah ada sesuatu yang ingin Aril katakan?" tanya Atika. Ariella mengangguk agak ragu setelah melirik ke arah Atika. "Katakan saja, apa itu?" ujar Atika. "Um … Tante Tika …

