"Om Gaishan benar-benar asli tukang gosip," cibir Naufal sambil berjalan cepat masuk ke ruang game di lantai dua. "Kenapa gosip-gosip aku mau nikah? si Atta juga pake nanya lagi. Kamu lagi dekat sama siapa? siapa yang lagi dekat sama aku? siapa?" "Jawabannya nggak ada!" rutuk Naufal. Naufal duduk di sofa, dia meraih konsol game dan hendak memainkan game, namun sedetik kemudian dia seakan tersadar. "Eh? … lagi dekat dengan siapa? … dekat dengan perempuan kah?" Naufal memiringkan kepalanya ke kanan. "Ugh … yang dekat denganku kan hanya … Lia-akh! lupakan! jangan mengingat gadis bertemperamen dingin itu, ingat saja Aril!" setelah menyebutkan nama Aril, tiba-tiba Naufal agak membeku lalu manggut-manggut seakan mengerti sesuatu. "Anggap saja aku sedang dekat dengan Aril." Namun, beberapa

