"Tidak mungkin," ujar Lia kecil. Cengkraman erat bersarang di tangan cangkir. Tatapan mata Lia kecil perlahan berubah aneh. Dia mengingat lagi ingatan ketika dia masuk rumah sakit, ah itu ketika dia baru saja membuka mata, Naufal sedang mengusap lembut pipinya sambil berucap sesuatu yang membuat dia marah. Dada Lia kecil naik turun tak karuan, napasnya memburu saat dia menghubungkan beberapa kejadian yang diingat, kejadian-kejadian ini dapat dijadikan bukti bahwa kepribadian asli dari tubuh yang telah diambil alih olehnya ternyata memiliki hubungan khusus dengan saudara sepupu, dalam hal ini adalah Naufal. Kepalan tangan Lia kecil terbentuk, dia mengepalkan erat kepalan tangannya. Rupanya seperti ini yang terjadi, di luar dugaannya dan dia sepertinya tidak akan pernah berpikir untuk

