Mentari berjalan keluar dari ruang kerja, dia menuju ke arah ruang santai dan bertemu dengan Gaishan dan yang lainnya. Gaishan menunjuk ke arah pintu belakang. "Opal dan Aril ke belakang, mungkin ada sesuatu yang ingin Opal sampaikan pada Aril, nggak enak kalau ada kita," ujar Gaishan. Mentari mengangguk mengerti. "Memang salahku nggak kasih tahu dari awal mengenai perasaan Aril," ujar Mentari. "Jangan terlalu dipikirkan, aku kenal dengan sifat Opal, dia bukanlah orang yang nggak berperasaan dengan memutuskan begitu saja penyembuhan ini," balas Gaishan mengibaskan telapak tangannya. "Tapi biar bagaimanapun juga baiknya Opal, kita harus sadar diri, kita mungkin telah memanfaatkan dirinya," ujar Mentari. "Sudahlah, aku bilang jangan terlalu dipikirkan, biarkan Opal dan Aril bicara sebe

