"Kenapa kalian melepaskan tanah itu?" Ansel bertanya heran, ia tidak menyangka jika orang - orang ini rela melepaskan tanah mereka. “Mereka menawarkan uang yang besar, Ansel. Bagaimana kami tidak tergiur? Kami bisa membeli tanah di tempat yang lain dengan uang itu,” kata seorang dari mereka. “Tapi, kita sudah sepakat, kan? Kita akan bertahan di sini?” tanya Ansel yang merasa kecewa dengan keputusan sepihak mereka. “Kami sudah menerima uangnya, kami akan segera pindah, Ansel. Sebaiknya, kau juga melepaskan kedai itu. Mungkin di kota kau bisa hidup dengan lebih baik,” timpal yang lain. Ansel menarik napas panjang, ia juga tahu dirinya tak berhak untuk menahan mereka. Tapi, apa yang bisa ia lakukan sekarang? Ia tak mungkin bertahan seorang diri, bukan? Ansel meraih ponselnya, jemarinya m

