Bab 12

1073 Kata
Lelaki paruh baya itu berjalan dengan tongkat di tangannya. Penampilannya yang bisa dibilang maskulin, serta guratan ketampanan seolah mengaburkan usia senja lelaki itu. Di belakangnya berjalan dua lelaki muda bertubuh tegap, mereka begitu setia mengawal tuannya. Tak sepasang mata pun berani menatap, kecuali mereka yang dianggap memiliki jabatan di sini. "Anda sudah datang, Tuan." Cal adalah orang pertama yang menyambut kedatangan Megan di De Aluna. "Di mana putraku, Cal?" Megan menatap Cal dengan tajam, persis seperti tatapan Thanos ketika harapannya tak terpenuhi. "Dia belum datang, Tuan. Bagaimana kalau menunggu sebentar di ruangannya? Saya akan menghubungi dia." Kata Cal dengan begitu sopan. Megan menghela napas panjang, ia merasa kesal karena Thanos mengabaikan kedatangannya hari ini. "Baiklah, katakan padanya untuk segera datang." Megan kembali berjalan dan masuk ke dalam ruangan Thanos. ... Cukup lama Megan menunggu, rasanya ia mulai tak sabar dengan perilaku putranya itu. Diamatinya ruangan Thanos, segala sesuatunya terlihat mewah. Deretan minuman berkelas berjajar rapi di mini bar miliknya. Sudah lama ia tak berkunjung ke De Aluna, dan tampaknya ia tak menyadari perubahan itu. Megan mempercayakan semuanya kepada Thanos, bahkan hak untuk mengubah perusahaan. Ketika Megan sedang mengamati ruangan itu, terdengar langkah kaki yang mulai mendekat, tak lama kemudian Thanos muncul dari balik pintu besar itu. Menatap sang ayah yang sudah lama tak ia temui secara langsung. "Kau baru datang?" Megan bertanya saat Thanos masuk dan duduk di hadapan ayahnya. "Ada apa Ayah ke mari? Apakah ada hal yang begitu penting?" Thanos tak ingin membuang waktu lebih lama bersama lelaki paruh baya itu, dan tampaknya Megan sangat menyadari hal ini. "Sudah lama Ayah tidak berkunjung, sebagai pemegang saham terbesar di sini, bukankah tidak masalah kalau Ayah datang, Thanos?" Lelaki itu menjawab dengan tepat, membuat Thanos terkesiap. "Ya, kenapa aku melarang Ayah. Aku hanya bertanya. Ayah tidak boleh banyak berpikir, itu tidak baik untuk kesehatan." Thanos mengubah nada bicaranya, dan Megan hanya tersenyum di sana. "Sejujurnya, Ayah terkejut saat masuk ke ruangan ini. Semua tampak begitu berbeda. Ayah harap kau tidak kerap menyentuh minuman itu, Thanos," kata Megan. "Jangan khawatir, itu hanya koleksiku. Sekedar jamuan saat tamu penting datang ke sini. Aku tidak mungkin memberikan anggur yang buruk, kan?" jawab Thanos membuat Megan tertawa senang. "Kau memang putraku. Persis sepertiku. Aku memang tidak salah memilihmu untuk menjadi penerusku, Thanos. Tampaknya perusahaan juga berkembang dengan baik di bawah tanganmu." Thanos menautkan alisnya, menatap Megan dengan aneh. "Ayah tidak salah memilihku? Apa maksudnya dengan itu? Ayah memiliki putra lain selain aku?" Megan terkejut dengan pertanyaan Thanos, lelaki itu menegakkan tubuhnya dan berusaha bersikap tenang kembali. Sepertinya ia telah mengatakan sesuatu yang salah. "Apa maksudmu dengan putra yang lain? Ayah hanya memiliki kau, Thanos. Ayah bisa saja memberikan perusahaan ini kepada orang lain, kan? Mungkin seseorang yang sangat Ayah percayai. Tapi semua itu tidak kulakukan, karena Ayah lebih mempercayaimu. Sudahlah, jangan memikirkan hal yang tidak masuk akal. Ayah ingin bertanya padamu, apakah kau memenangkan proyek itu? Tanah di Playa De La Malvarrosa?" Thanos tersenyum kecil, memang tak masuk akal kalau ia berpikir seperti itu. Bahkan ibu tirinya tak melahirkan seorang anak pun bagi Megan. Jadi, sangat tidak mungkin kalau Megan memiliki anak lain selain dirinya. " Aku masih melakukan negosiasi untuk tanah di sana. Ayah tidak perlu memikirkan itu. Cepat atau lambat tanah itu akan menjadi milik kita." sahut Thanos. "Kau tidak boleh menunda terlalu lama, Thanos. Daerah itu sangat bagus. Jika De Aluna memiliki hotel di sana, Ayah yakin perusahaan akan untung besar, mengingat banyak orang yang menyukai Malvarrosa. Hotel itu harus dibangun mengarah ke laut. Ayah tak sabar membayangkan itu, Thanos." Megan menatap Thanos lekat, bibirnya terus tersenyum saat membicarakan keinginannya itu. " Aku sedang berusaha. Tidak mudah untuk mendapatkan tanah di sana, apalagi untuk proyek sebesar itu. Orang - orang yang tinggal di tempat itu sangat sulit untuk direlokasi, terutama bagi mereka yang memiliki bisnis di sana." Thanos mengusap tengkuknya, kalau bukan karena kedatangan Megan sepagi ini, ia tak berniat untuk datang ke perusahaan. Rasanya seluruh tubuh Thanos masih terasa pegal, terlebih seusai bercinta dengan Emyl. Wanita itu benar - benar pantang menyerah sekalipun menjerit kesakitan. "Kau jangan sampai kalah, oke? Ayah tak ingin mendengarnya." Megan berdiri, lelaki itu berjalan ke luar dan meninggalkan Thanos begitu saja. Sesuatu yang sangat diinginkan Thanos. "Sangat merepotkan," gumam Thanos setelah kepergian Megan. ... "Awasi dia, Cal. Kau tahu maksudku." Megan mengatakan itu saat dirinya bertemu Cal di lobi gedung. Cal sengaja menunggu Megan di sana, sebagai rasa hormat akan lelaki itu. "Baik, Tuan." "Aku tahu kalau Thanos kerap melakukan hal yang tak terduga. Aku tidak menyangka membesarkan putra seperti itu. Kau harus menjaganya dengan baik. Jangan sampai jajaran direksi mengetahuinya. Kau mengerti?" Megan mengatakan itu di sisi telinga Cal, dan jelas saja Cal terkejut bukan main karenanya. Cal tak pernah menduga jika Megan mengetahui semua itu. Cal membuka mulutnya untuk mengucapkan sesuatu, namun Megan menolak. Lelaki itu mengibaskan tangannya di depan wajah Cal, seolah tak ingin mendengar pembelaan Cal untuk Thanos. Tanpa mengatakan apa pun lagi, Megan masuk ke dalam mobilnya dan pergi dari sana. "Mengerikan. Thanos memang sangat mirip dengannya. Apakah dia memasang kamera di tubuh putranya?" Cal tertawa kecil dan segera terdiam saat beberapa orang yang melintas menatapnya dengan aneh. Cal berbalik berniat untuk menemui Thanos di ruangannya, namun langkah lelaki itu terhenti ketika melihat Thanos sedang berjalan menuju ke arahnya. "Hei, kau mau ke mana, Thanos? Ayahmu baru saja pergi dan sepertinya dia ...." "Nanti saja, Cal. Aku terlalu malas untuk membicarakan lelaki tua itu," jawab Thanos sembari berjalan ke luar dan Cal mengikuti lelaki itu dengan langkah panjang. "Tapi dia ayahmu, sampai kapan kau bersikap seperti itu?" "Aku tidak pernah meminta dia untuk menjadi ayahku, kan? Aku lelah karena Emyl, aku ingin pulang dan tidur, oke?" ucap Thanos tak acuh. "Emyl? Astaga, Thanos, kau melakukannya lagi? Kau tidak takut kalau suatu saat dia akan membuka mulutnya?" Cal tak percaya dengan pengakuan Thanos baru saja. "Dia akan bungkam selama aku membayarnya dengan jumlah yang besar. Dia tidak akan berani macam - macam denganku." "Kau tak bisa menghamburkan uang untuk wanita - wanita itu, Thanos. Kau bisa hancur karenanya," kata Cal yang semakin kesal dengan lelaki di hadapannya itu. Thanos memiringkan kepalanya, ia lantas tersenyum lebar, "Kau lupa, Cal, aku adalah satu - satunya pewaris De Aluna. Harta itu tidak akan pernah habis, jadi apa salahnya sedikit berenang - senang?" Thanos masuk ke dalam mobilnya, ia hanya tertawa ketika melihat perubahan raut wajah Cal. Lelaki itu lantas melajukan mobilnya, meninggalkan Cal yang terdiam di sana.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN