Mentari mulai menyapa, mengintip melalui celah gorden, berusaha untuk masuk demi mengusik lelapnya Disa di pagi ini. Padahal, gadis itu sudah terbangun dari lima belas menit yang lalu. Ia bersembunyi dari balik selimutnya. Kejadian kemarin di pesta kelulusan terus berputar di kepalanya, yang mana untuk pertama kalinya sepanjang hidup Disa, gadis itu merasakan sebuah kecupan mendarat di bibirnya. Ah, rasanya Disa enggan beranjak dari ranjangnya. * Hari ini menjadi hari baru bagi Disa, menjadi kehidupan pertamanya sebagai mahasiswa. Memang kegiatan pembelajaran belum berjalan, namun para mahasiswa baru diminta untuk tetap datang ke kampus sebagai pengenalan tempat. Disa sudah buat janji dengan Nana sebelumnya. Kini mereka hanya tinggal berdua, beberapa hari lalu Rita dan kedua orangtuany

