Melepas

1427 Kata

(Pov Nasim) "Lagi-lagi lo bohong gue! "teriak Bang Fajar murka. "Gue pikir ini awal lo mau berubah, sampai gue bela lo! Gue paksa Nasim buat tanggungjawab, tapi ternyata ...." Bang Fajar kehilangan kata-kata. Kemarahan dimatanya kini menjelma menjadi sorot nestapa. "Lo gak pernah tahu apa yang gue rasain, Kak! Lo gak berhak—" Plak! Tamparan keras mendarat di wajah Jina. Aku dan Seno yang sendari tadi diam dengan cepat langsung menjauhkan Bang Fajar dari Jina, yang kaget, mematung. "Gak ada gunanya lo pukul Jina kayak gitu, Jar." Seno berujar tegas. "Lo cuma ngotorin tangan lo aja. Gadis kayak dia gak berhak dapat perhatian lo, bahkan gak berhak dapat kemarahan lo." "Gue emang bodoh! Gue nyaris ngelakuin kesalahan ...." Bang Fajar menoleh ke arahku. "Nasim, maafin gue ... gue pik

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN