Percakapannya dengan Derry lusa lalu, terus saja mengiang di kepala Nasim. Nasim terus berpikir keras, tidak tenang. Di satu sisi, dia merasa kalo Jihan bukanlah gadis yang mendukung adanya status pacaran, tapi di satu sisi, apa yang Derry seperti mampu menjawab kebingungannya. Nasim takut kehilangan Jihan, untuk menikah, baik dia dan Jihan, seperti belum siap. "Kalo gak lo tembak, gue yang maju." Mendengar kalimat itu saja membuat Nasim kesal bukan main, rasanya seperti ada bola api yang hendak keluar dari kepalanya, padahal ia tahu, Derry hanya mengodanya, tidak serius. Nasim meraih ponselnya, hendak mengirim pesan pada Jihan. Bukan soal tembak-menembak, Nasim hanya ingin tahu kabar gadis itu, sehari saja tidak berkomunikasi dengannya terasa seperti ada yang kurang. Harinya seolah

