Gian-nya Riska

2136 Kata

"Maaf kami lama," ucap Riska dengan nada suara yang begitu manja, menghadirkan senyuman yang begitu manis di bibir Laras. Sedari dulu Riska memang seperti itu bersikap manja padanya karena memang dari mereka memasuki SMA yang sama hanya Laras lah satu-satu murid yang mau berteman dengan Riska. "Tidak apa-apa, bagaimana hasil pemeriksaannya apakah semuanya baik?" Laras mengusap perut Riska yang buncit menghadirkan senyuman yang begitu tulus sehingga Riska tak curiga sama sekali bahwasanya di dalam hati Laras saat ini terdapat luka yang begitu besar akibat kelakuan Gian. "Sangat-sangat baik. Kamu tahu, aku selalu saja terharu ketika mendengar detak jantungnya. Sumpah demi apapun aku benar-benar tak sabar menunggu dia lahir ke dunia ini. Dan kamu tahu Laras, aku sudah memantapkan hati ing

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN