“Ungkapanmu membuatku membeku, lirih rindumu memaksaku menyendu. Apakah semua itu benar adanya?” –Rumy *** “Aku sudah jatuh cinta pada kamu.” Bagas mengucapkan kalimat itu dalam satu tarikan napas dengan pandangan yang lurus menatap Lana. Mencari bola mata gadis itu agar dapat ia pandangi dengan seksama dan lama. Menerka jawaban apa yang akan diucapkan oleh Lana selanjutnya. Lana membelelakkan matanya, tubuhnya menegang, lidahnya kelu, bibirnya bungkam. Lana menarik napasnya berkali-kali untuk menyetok pasokan oksigen yang sudah hampir habis di paru-parunya, “Biru,” panggilnya lirih. “Iya?” Lana menggigit bibirnya sendiri, “Apa saya harus jawab? Apa saya harus balas, Biru?” tanyanya getir. “Tidak, Jingga. Tidak ada yang perlu kamu jawab, tidak ada yang harus kamu balas. Biarkan se

