“Perjalanan ke tempat yang indah, bersama seorang gadis yang menguasai kata indah. Betapa hidupku ini dipenuhi oleh yang indah-indah, kamu Jingga!” –Biru *** Bagas dan Lana sudah berada di dalam kapal yang akan membawa mereka sampai ke Pulau Tikus. Sekarang mereka masih tertambat di bibir pantai, menunggu rombongan yang lain karena belum lengkap, yang nyatanya sudah terlambat untuk berangkat. Namun, ini sama sekali tidak berarti untuk Lana. Ia sudah tenggelam dalam dunia senyap dan sunyinya, sudah mengarungi lebih jauh dunia sepinya. Bagas menatap Lana yang amat serius merangkai kata demi kata di buku usangnya, menatap gadis itu sudah menjadi hobi barunya. Melihat jemari gadis itu yang sedang asing menggores-goreskan tinta pada kertas yang masih putih. Juga melihat senyum Lana yang tip

