Aletta langsung terdiam membatu setelah melihat tanda dua garis biru yang menghiasi test pack nya. Air mata mulai membasahi pipi mulus Aletta yang mulai memerah itu. Padahal waktu itu Aletta merasa hidupnya begitu bahagia. Bagaimana tidak? Punya pekerjaan yang mapan dan begitu menjanjikan. Punya Damian Rivellino, kekasih hati yang begitu mencintainya. Oh, jangan lupakan juga ibu yang selalu siap menjaganya apapun yang terjadi .. Tapi semua itu seolah-olah runtuh seketika Aletta sadar untuk pertama kalinya dalam hidupnya, bahwa dirinya positif hamil. Aletta bukannya tidak menginginkan bayi dalam kandungannya. Dari dulu Aletta sangat, sangat ingin sekali menjadi seorang ibu. Salah satu life goals nya yang akhirnya bisa terwujud. Aletta ingin sekali merasakan bagaimana rasanya menggendong

