"Pemenangnya Hou Ru!" Bangau Putih menunjuk ke arah pemuda tersebut. Seluruh penonton kembali bersorak menyaksikan pertandingan dari Hou Ru melawan Gu Jang. Ada juga yang berteriak gembira dikarenakan memenangkan taruhannya dan merenung karena kalah. "Salam," ucap Hou Ru memberi hormat kepada Gu Jang dan Bangau Putih dan berlalu kembali ke tempat duduk. Dari bangku peserta, Yin Kara takjub akan kemampuan dari pemuda bertopeng bernama Hou Ru itu. Sedangkan Gu Jang terduduk dengan apa yang dia alami dari pertandingan tadi. Dalam pikirannya ketika ini adalah pertarungan sesungguhnya yang mempertaruhkan nyawa, mungkin saat ini dia telah mati dengan kepala terpenggal. Melihat mental peserta yang kalah membuat Bangau Putih segera mendekati Gu Jang dan mulai mengalirkan tenaga dalamnya un

