Terdengar bunyi menggema ketika topinya terjatuh diatas lantai.Ia berdecak melihat bercak merah di bajunya dan celananya.Meski tidak banyak tapi pasti akan membuat Albara menyadarinya. "Dikasih jalan mudah,malah milih yang ribet." Ujar Aldara menatap sinis dua preman yang kini sedang terkapar di lantai dengan wajah babak belur.Napas keduanya terengah-engah karena menahan sakit. "Nanti kalau ditanya,bilang aja kalian bonyok karena ada cowok yang kebetulan lewat dan nolongin gue.Kalau kalian sampai cerita tentang gue,gue habisin Lo berdua",ancam Aldara.Meski ia berbicara dengan nada tenang,namun kedua preman itu tau jika ancaman Aldara tidak main-main. "Ampun.. Ujar kedua preman itu. Aldara tidak berniat untuk menyakiti siapapun sungguh.Andai saja kedua preman ini bisa diajak bernegosia

