SEBUAH PESAN PENTING

1178 Kata

Pagi itu, ketika letihnya memudar, Kenanga telah berada di dapur sambil mengenakan baju tidur. Di tangannya telah menggelayut manja seorang anak lelaki tampan, siapa lagi kalau bukan Fauzan. Putra tercinta dan membanggakan. Fauzan yang lucu, Fauzan yang tumbuh besar dan menawan dan Fauzan yang mulai pintar. Jalannya yang tertatih-tatih sambil berpegangan pada ujung kursi membuat orang yang melihat merasa geli dan ingin mencubit karena gemas tak terperi. Fauzan kecil kini makin nampak besar. Berat badannya pun bertambah karena Kenanga merawatnya dengan cinta. Tumbuh kembangnya demikian baik hingga ia menjadi montok dan menggemaskan. Fauzan menggerak-gerakkan kakinya saat ia berada dalam gendongan, Baju setelan bergambar Thomas Kereta Ajaib menjadi kegemaran. Fauzan bernyanyi dengan kosaka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN