Bab 23. Tidak Rela

1353 Kata

"Terima kasih," kata Ardian pada pak Ridwan sambil menyalaminya. Pak Ridwan adalah pengacara keluarga Ardian sejak dulu. Ivan juga ada di sana dengan tersenyum bangga. "Sudah tugas saya, Pak. Kalau begitu, saya permisi dulu," pamit pak Ridwan. Setelah meminta pamit, pak Ridwan keluar dari ruangan Ardian. Ardian dan Ivan juga ikut mengantarkan pak Ridwan. Meninggalkan Ardian dan Ivan berdua saja di ruangan Ardian. "Akhirnya ...! Hari ini datang juga! Aku tidak akan lembur lagi mulai nanti!" seru Ivan dengan wajah senang dan nampak lega. Ardian diam dan tidak merespon. Ia kembali ke arah meja kerjanya. Ia melihat waktu di ponsel, sudah menunjukkan pukul sepuluh. Membuat Ardian memikirkan Nada di sekolah Kenzi. "Kira-kira, mereka sudah pulang apa belum, ya? Nada pasti bosan menunggu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN