Sepuluh

1195 Kata
semalaman alena menangis tak tau sudah seberapa sembab matanya ia tak peduli yang terpenting kesedihannya tersalurkan dan reda . karna itu ia memilih untuk tidak memasak pagi ini badan nya begitu panas dan lemah , untuk duduk pun ia kembali terjatuh . Pagi ini Rama sarapan sendirian sebab ia dan kekasih nya baru saja berantem tadi malam penyebab nya hanya sepele yaitu sang kekasih tak ingin berhubungan badan dengan nya karna itu ia mengusir kekasih nya untuk pulang dan yang membuat nya marah kembali marah karena tak ada makanan yang tersaji di meja makan padahala ia sangat sangat lapar . ia tau bahwa bibik sedang izin pulang kampung namun apa guna istri nya, di dobrak nya kamar alena dan betapa kesalnya ia saat melihat alena yang masih tertidur, sedangkan ia sekarang kelaparan. " masih tidur !! " teriaknya kesal dan menarik tubuh alena sampai wanita tersebut jatuh ke lantai  alena yang terkejut  melihat sang suami sudah berada di kamar nya hanya menatap wajah rama dengan muka nya yang datar , ia sangat lelah saat ini bahkan untuk bicara pun ia sangat sulit.  " kumohon jangan marahin aku pagi ini " ucapnya dalam hati  "kau berani menatap ku !!! " teriak rama sambil menjambak rambut alena dengan kuat " ada apa tuan ? " ucapnya pelan  " ada apa !!! jalang kurang ajar !! kau lupa kalau kau siapa dirumah ini !!! " ucapnya lalu ia mendorong alena sampai terlentang dan mencekiknya begitu kuat sampai sampai alena hampir kehabisan nafas. alena hanya menatap sendu wajah suaminya yang kini sedang mencekik nya secara brut4l itu , sudah capek rasanya tubuh ini hanya untuk berontak pikirnya  "jika aku tak diinginkan biar aku pergi, aku sungguh lelah dengan kehidupanku ini tuhan " sebelum matanya tertutup ia sempat menata[ mata Rama sendu. Rama yang melihatnya pun langsung melepas tangannya dari leher alena.ia tak ingin membunuh istrinya secepat ini .dan setelah alena itu Alena akhirnya bisa bernapas lega dan menghirup panjang okigen yang hampir saja habis dalam tubuhnya. " kenapa ?  bunuh saja aku , jika kau emang tak menginginkan aku " ucapnya lantang ntah dapat keberanian dari mana ia berbicara selantang itu kepada sang suami. " bunuh ? kau bercanda ? kau masih di butuhkan disini , bangun dan buatkan aku makan !! " bentak nya kembali  " tuan aku sakit " jawab alena  " aku tak menerima alasan mu !! berdiri dan buat kan aku sarapan !! atau kau masih mau aku siksa !! " tatapnya kepada alena yang masih terbaring lemah di lantai . alena mencoba berdiri namun ia jatuh kembali jujur tak ada lagi sisa tenaganya namun sang suami tetap saja memaksanya untuk buat sarapan. "ohhh yasudah jika kau tak mau membuat kan sarapan untuk ku , kau yang akan jadi sarapan pagi ku !!! " ucapnya dengan matanya yang menyala lalu ditariknya alena kembali ke ranjang dan di tariknya daster milik alena sampai daster itu robek seluruhnya . "tuan ku mohon " ucapnya dengan matanya yang nanar serta tanganya yang menutupi ke tempat tempat sensitifnya yang sudah menampak an diri menantang di hadapan rama. Rama benar benar tak bisa dihentikkan ia tak peduli rengekan dari alena, ditariknya kembali kain kain yang menutup tempat sensitif milik alena lalu di lepasnya semua pakaian yang menempel pada dirinya . Dan tanpa basa basi ia langsung menancapkan miliknya kedalam goa kenikmatan milik alena , tentu saja alena berteriak merintih kesakitan sebab tak ada nya permulaan yang dilakukan oleh rama, rama menggenjot milik nya dengan sekuat tenaga dengan amarahnya yang masih ON dan diliputi gairah seksualnya . disepanjang permainan yang berjalan sepihak ini Alena terus saja menangis sangat sakit rasanya tak hanya fisiknya namun batin nya juga , Rama memperlakukannya layaknya Jalang . tak ada istirahat yang diberikan rama , ia terus saja menggenjot miliknya bahkan permainan yang tak di awali dengan fore play membuat milik alena berdarah .  " tuan sakit " rintihnya memohon kepada rama  " diam kau j4l4ng !! nikmati ku bilang!! " racau nya di sela sela permainan, bohong jika ia tak candu dengan tubuh alena , buktinya sudah 2 jam ini ia tak kunjung puas . bahkan ia melupakan rapat penting yang sudah di rencakan nya dari seminggu yang lalu hanya untuk bermain dengan alena di ranjang. Ditariknya tubuh Alena lalu dengan sekali hentakkan kuat ke tubuh alena ia melepaskan berjuta juta benihnya ke dalam rahim milik sang istri . setelah pelepasan panang itu alena tak sadarkan diri Rama mencoba membangunkan alena namun sang istri tak kunjung membuka matanya . ia pun dengan cepat memakai kembali pakaian nya yang sudah berserakan dilantai dan langsung menelpon dokter kenalannya untuk datang dan memeriksa alena . tak lupa sebelum dokter itu datang ia memindahkan alena ke kamar nya dan memasangkan alena dengan pakaian yang baru yang ia dapat dari lemari milik alena. " hei siapa yang sakit ? " tanya dokter itu saat sudah masuk kedalam rumah rama  " ke kamar dia ada dikamar " ucap rama lalu membawa sang dokter kekamarnya sesaat sampai dikamar sang dokter begitu terkejut karna baru ini ia melihat ada perempuan lain selain elsa yang berada di kehidupan rama. " cepat periksa dia , takutnya mati " ucap rama yang masih setia berdiri di samping alena  "sabar , siapa sih dia ? baru kali ini aku lihat ada cewek baru di kehidupan lo  " " istri gue " ucap rama lempeng " serius ?!!! " tanyanya sampai matanya melongo ke Rama meminta penjelasan   " iya!!!, cepat periksa !! jangan banyak tanya !! lo gue panggil kesini untuk kerja bukan bertanya g0bl0k !! " sarkasnya sungguh dia kesal dengan temannya yang sekaligus dokter kepercayaan nya itu ingin sekali di lemparnya ke dalam danau  "iya ini lagi gue periksa " dokter Ria pun memulai memeriksa alena dan di selang permeriksaaannya ia melihat bekas darah segar yang menjalar di sela sela kaki alena . ia yakin bahwa temannya ini sudah menyiksa perempuan yang sedang berbaring pingsan dihadapannya ini.  "malangnya dirimu " ucap dokter ria dalam hati  " dia kenapa? " tanya rama yang sudah tak kesabaran  " kau pikir ? " tanya dokter ria kembali " hei!!! " teriak rama tak suka dengan sikap dokter ria sekaligus temannya itu yang menurutnya tak sopan " kau tak lihat dia sekurus ini , mana badanya panas lagi , habis kau apain dia ha !! kalau kau pingin jangan nyiksa !! dia perempuan tau !! " ucap dokter ria yang sudah kesal dengan sikap temannya ini yang tak pernah berubah  " aku tau !! jangan ceramah bisa gak !! sudah pulang sana !! mana obat untuk dia !! " ucap rama "ini oleskan salep ini ke miliknya jika ia tak mau kau yang oleskan biar dia sendiri , dan suruh dia makan obat ini oh iya kasih makan dulu " "oke oke sudah pulang sana " usir rama '' "rama ingat jangan menyiksanya jika iya aku nggak mau bantu kamu lagi " ucap dokter ria sebelum ia meninggalkan kamar rama ........................   To be continue guys  ahamdulillah sudah 10 episode  ni semoga kalian suka yaaa ..... :) maafkan author karna masih banyaknya kesalahan penulisan disana sini . mohon untuk support like  dan komennya ya di cerita cerita author terimakasih  ........ :) 
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN