Tujuh

1100 Kata
Ketika rama ingin melangkahkan kaki nya ke tangga tak sadar ada seseorang yang mengetuk pintu dan dengan tak sopannya ia memasuk sambil berteriak . " Rama !!!! Alena !!! " teriak nya kepada kedua sejoli tersebut  "nenek ?! " ucap mereka terkejut secara serentak  "kenapa kalian terkejut ha!! " tanya balik nenek  " nenek kenapa kemari ? " tanya rama dan  "Kau !! sudah nenek bilang jangan berhubungan dengan wanita ular itu masih saja kau berhubungan dengan nya ha !!! " kesalnya dan menjewer telinga ramah sesukanya  " awwww nenek sakit nek , aku bisa jelasin" ringis rama kesakitan dan terjadilah adegan jewer menjewer antara rama dan nenek nya, alena yang melihatnya pun mencoba membantu sang suami untuk lepas dari jeweran nenek mira " iya nek lepasin mas rama " ucap alena membela "kau juga alena kenapa kau biarkan suami mu ini berlibur dengan wanita lain ha!! kau benar tak cinta denganya " ucap nenek lagi  "bukan gitu nek , tapi mas rama sudah pamit dengan ku katanya ia ingin mengerjakan tugasnya di paris dan masalah elsa ia tak sengaja bertemu mas rama sudah bercerita dengan ku bahkan ia mohon mohon minta maaf karena tak sengaja bisa bertemu dengan Elsa " ucap alena berbohong  "ya tuhan elsa kenapa kau bohong nya lancar kali sih " ucapnya dalam hati "dan kau percaya alena ? " tanya nenek kembali "iya nek , mas rama sudah berubah kok" ucap alena mencoba menyakinkan nenek mira "yasudah nenek percaya denganmu , awas kau rama jika nenek tau kau bermain dibelakang cucu nenek kau akan nenek asingkan ke ujung dunia sana kau ngerti !! " ancam nenek telak kepada Rama  " nek cucu nenek tu siapa si , aku atau dia !! " ucap rama tak terima dengan sikap nenek nya yang lebih membela alena dibandingkan dirinya " kau masih berani buka suara ha!! " " ahh iya iya .. jangan jewer lagi ngapa sih" ucap rama "nenek tidur sini aja ya , sudah malam kalau nenek mau pulang" tawar alena karena sudah bengah dengan keributan cucu dan nenek ini "beneran? yaudah nenek tidur sini " ucap nenek bersemangat  "iya bentar ya nek aku siapin kamar nenek dulu" ucap nya mohon pamit  " gakusah kan sudah sering dibersihkan sama bibik " ucap Rama  " tak apa mas biar lebih bersih lagi , dan nenek juga lebih nyaman tidur disini "  setelah itu alena langsung kekamar tamu dan membersihkan kamarnya sesuai janji nya tadi ke dua sejoli yang tak lain nenek dan cucu nya itu sedang sibuk berbincang di ruang keluarga dengan jus jeruk dan cemilan yang tak lupa alena sajikanter lebih dahulu sebelum ia pamit ke kamar tamu. "kau tak menyakitinya kan ? " tanya nenek mencoba mengintrogasi Rama  "gak nek" jawabnya "jangan menyakitinya rama kau tak tau bagaimana dia dan perasaan nya selama ini"  "dan jangan buat masalah yang akhirnya kau sesali dikemudian hari cuk" tambah nenek yang mencoba menceramahi cucu tersayangnya ini. "iya nek" jawab Rama  dan tak lama dari itu alena kembali  "nek kamar nya sudah siap" ucap alena  "makasih nya cuk, yasudah nenek mau tidur sudah lelah " ucap nenek dan ia langsung meninggalkan kedua pasangan sejoli tersebut  "selamat tidur nek " ucap alena  ketika nenek sudah masuk kekamarnya alena pun juga bergegas membersihkan bekas makanan dan minuman di ruang keluarga tadi bersiap ingin cepat kekamarnya . sedangkan rama ia masih setia duduk di sofa ruang keluarga hingga alena selesai membersihkannya . dan setelah alena selesai ia pun tanpa basa basi ingin meninggakan Rama namun dengan sigap Rama pun menahan nya . "mau kemana ? " tanya nya  "kekamar tuan" jawab alena  "kekamar mana ?" tanya nya lagi  "kekamar saya tuan" "oohhh sekarang kamu ingin menunjukkan ke nenek bahwa kita tidur pisah iya!! "  "bukan gitu tu- "ah sudah lah ayo kekamar ku !!" potong rama lalu menarik istrinya itu untuk ikut kekamarnya.  setelah sampai di kamar alena jadi bingung bagaimana caranya ia akan tidur apa satu ranjang denganya atau suami nya yang kejam ini malah menyuruhnya untuk tidur di lantai . "kenapa bengong?" tanya rama setelah menyadari sang istri yang terbengong seja ia sampai di kamar "nggak tuan" "yasudah saya mau mandi , kamu boleh tidur duluan" ucapnya lalu ia masuk kekamar mandi  "yasudah lah aku tidur dibawah saja, dari pada ia malah menendangku ketika aku tidur kan jadinya lebih sakit" Alena menyapu terlebih dahulu lantai yang akan menjadi ranjang empuknya malam ini barulah ia membaringkan badan nya yang sudah lelah ini. ingin mengambil selimut atau bantal dari kamarnya tapi tak mungkin takutnya nenek melihatnya . mau pinjam bantal sama selimut dari suaminya ia takut tak diperbolehkan dan jadialah ia hanya tidur dengan beralasan tangan nya sebagai bantal empuknya. "selamat tidur Alena" ucapnya bermonolog kepada dirinya tak lama dari itu Rama selesai mandi dan ketika ia ingin keluar ia terkejut ketika melihat alena yang tertidur dilantai tanpa alas . "jangan bodoh sehari saja bisa gak sih " ucap nya lalu pria yang masih beranduk setengah badan itu pun mengangkat sang istri yang sudah tertidur pulas dan membawanya ke ranjang mereka ya mereka sebab malam ini mereka akan tidur bersama diatas ranjang yang sama. setelah itu rama mematikan lampu kamar agar Alena bisa tidur lebih nyaman namun alena malah terbangun dan berteriak ketakutan  "ibuuuu... ibuuu aku mohon , ibuuuu... " teriaknya ketakutan rama yang melihatnya ketakutan langsung memeluk alena yang tiba tiba saja menangi tubuhnya bergetar ketakutan  "hei hei kamu kenapa Manda " ucap Rama mencoba menyadarkan alena yang masih menagis ketakutan " manda manda hei " teriaknya lagi agar sang istri sadar Alena masih menagis dan menangis dan sela sela tangisnya ia meminta rama untuk menghidupkan lampu kamar nya rama yang mendengarnya pun langsung menhodupkan lampu untung saja lampu kamar rama lampu kualitas terbaik dengan tepuka ia bisa hidup sendiri. " kamu kenapa ? " tanya Rama setelah alena sudah sedikit tenang " tuan matiin lampu kamar ya? " tanya alena lagi "iya " jawabnya singkat  "aku tidak bisa tidur mati lampu" ucapnya "ohhh aku tak tau" ucapnya lagi  "iya tuan tak apa"  Rama yang tadinya masih beranduk tak sadar jika anduk yang dipakai nya itu terlepas dari ikatannya  "ahhh tuann!!!! " teriak alena lalu menutup matanya rama yang melihat ekspresi alena pun akhirnya sadar bahwa anduknya sudah terlepas  "lebai banget kamu kan sudah perah lihat , sudah pernah dipakai juga " ucap nya enteng lalu berlalu ke ruang ganti  ........................   To be continue guys  ahamdulillah sudah 7 episode  ni , semoga kalian suka yaaa ..... :) maafkan author karna masih banyaknya kesalahan penulisan disana sini . mohon untuk support like  dan komennya ya di cerita cerita author terimakasih  ........ :)  
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN