Mengabaikanku ... Syuja maju selangkah. Tanpa pikir panjang, aku langsung memeluknya dari belakang, berharap yang aku lakukan dapat benar-benar menghentikan niatnya bergabung dengan teman-temannya yang entah sudah seperti apa kondisi mereka sekarang. Aku melingkarkan kedua tangan di pinggangnya. Lumayan erat rasanya. "Jangan!" ulangku, kedua mataku terasa panas, dan badanku juga sedikit bergetar, begitu juga dengan suaraku. Entah karena takut atau karena terbawa emosi, atau bahkan keduanya. Tapi aku bisa merasakan Syuja berdiri mematung, dia sama sekali tak bergerak. "Jangan kelahi, ya?!" pintaku sungguh-sungguh dari balik punggungnya. Aku tak peduli kalau di depan kami, teman-teman Syuja sedang saling pukul. Aku tahu ini egois, tapi bagiku yang terpenting Syuja tak terlibat perkela

