Selama akhir pekan Syuja sama sekali tak menghubungiku, bukannya aku berharap dia akan menghubungi juga, tapi aku pikir dia akan mencoba untuk menjelaskan sesuatu. Alih-alih Syuja, justru Raka yang terus mengirim pesan. Inboxku dipenuhi oleh pesan dari Raka dan Farah. Keduanya seperti ingin menghiburku karena suasana di sekolah, meskipun aku sudah berulang kali mengatakan baik-baik saja dengan gosip yang sedang berhembus. Senin pagi. Membayangkan hari ini akan bertemu lagi dengan Syuja membuatku agak enggan untuk pergi ke sekolah sebenarnya. Aku bertemu dengan Raka di ruang loker lalu naik ke lantai 3 beriringan dengannya. Beberapa siswi yang papasan dengan kami, melirik dan berbisik-bisik dengan teman di sebelahnya. Aku tahu mereka sedang membicarakanku, tapi saat Raka menanyakan ap

