-15-

992 Kata

Farah ternyata menunggu di samping tangga. Begitu melihatku, dia langsung menyerbuku dengan banyak pertanyaan. Aku hanya mengatakan tentang Bita yang tak suka melihatku dekat dengan Syuja, dan Farah terus menggerutu tanpa henti. Mempertanyakan hal yang sama denganku sebenarnya, apa hak Arbita melarangku? Apa mereka sudah resmi pacaran, makanya dia berani melarangku mendekati Syuja? Setelah berpisah di depan kelasnya, dan aku kembali ke kelas, Syuja dan teman-temannya belum ada yang kembali. Aku menopang kepala dengan tangan kanan, melemparkan pandangan keluar jendela. Kata-kata Bita masih terngiang jelas di telingaku. Ponselku tiba-tiba bergetar, tanpa antusias berarti bahkan cenderung enggan, aku mengeluarkannya dari saku rok dan melihat Raka mengirimkan pesan. Rakata : 12:56 PM "B

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN