-20-

497 Kata

Senin pagi. Aku berjalan menuju sekolah setelah turun di halte bus. Banyak siswa – siswi yang juga jalan kaki, bukan hanya yang berasal dari sekolahku, tapi juga murid dari sekolah-sekolah yang ada di sebelah utara sekolahku. Seseorang menyenggol, entah sengaja atau tidak, saat bermaksud mendahului. Tapi bukannya minta maaf, seorang siswi dan 2 temannya justru menatap sinis dan menyalahkanku. Aku baru menyadari bahwa banyak tatapan sinis ditujukan padaku oleh siswi-siswi yang kebetulan berjalan di sekitarku. Beberapa dari mereka saling berbisik sambil melirikku. Ada yang memang siswi satu sekolah denganku, tapi tak sedikit juga yang dari sekolah lain. Saat memasuki area sekolah, teman seangkatan dan juga adik kelas yang kebetulan berpapasan denganku juga memberi tatapan dan perlakuan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN