MATA menyipit milik Keyla masih terus memantau Raynzal yang saat ini tengah berjalan mendahuluinya. Tanpa ada niatan untuk menoleh, walau Keyla sudah memanggilnya berkali-kali. Tahu kalau gadisnya itu ingin kembali menggodanya atas kecemburuan yang kini tengah melanda dirinya. Memilih tak menatap wajah menyebalkan, namun sialnya cantik itu. Keduanya berhenti melangkah ketika suara tawa renyah datang menyapa kehadiran, memperlihatkan dengan jelas situasi dan kondisi yang jauh berbeda dari sebelumnya. Entah bagaimana bisa, aura dingin dan tak bersahabat itu dapat berubah secepat kilat menjadi keakraban yang seakan terkunci dalam ruangan ini. Bahkan kini, perhatian Keyla yang tadinya terfokus pada kekasihnya itu, mendadak berputar arah. Memandangi keadaan aneh yang seharusnya tak terjadi.
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


