22. Berterus Terang Laura menggigit bibirnya sekilas sebelum memencet beberapa digit angka yang dijadikan sebagai password untuk membuka pintu apartemennya Marvin. Karena ia kembali teringat pada kejadian yang dialami olehnya tempo hari saat ia harus makan malam bersama Marvin dan Friska di tempat ini. Malam senin kemarin Marvin sempat menghubunginya lagi untuk memberitahunya kalau pria itu ternyata sudah pulang dari Bali. Lalu pria itu pun mengundangnya untuk makan malam di sini, dan tadi ia langsung bergegas ke tempat ini begitu jam kerjanya sudah benar-benar berakhir. Laura berharap semoga saja kali ini ia tidak bertemu dengan Friska lagi. Karena terjebak dalam satu ruangan bersama wanita itu dan Marvin benar-benar membuatnya merasa sedih sekaligus merasa sakit hati. Begitu berhasi

