Sudah hampir tiga jam. Aku mengintip dari jendela, berharap Ayah segera pulang. Apa yang dibicarakan Ayah dan Arvino sampai selama itu. Tadi Arvino menghubungiku dan mengatakan kalau Ayah menyuruhku pulang duluan. Apa seharusnya aku mengintai Ayah seperti kata Diva. Dengan begitu, aku tidak akan merasa khawatir. Kira-kira apa alasan Ayah ingin menemui Arvino. Kenapa pula Ayah menemui pria itu di kafe yang berdekatan dengan kampusku. Benarkah Ayah sudah mengetahui kebiasaan baru Arvino yang selalu muncul di sana. Baguslah kalau itu kebenarannya, jadi Ayah bisa menegur Arvino. Lalu, aku terbebas dari gangguan Arvino. Tapi, tidak mungkin, kan, Ayah dan Arvino hanya membicarakan masalah itu selama lebih dari tiga jam. Pasti ada hal lain yang sangat penting sampai mereka menghabiskan banyak w

