Bab 18 Too Late

1671 Kata

  Setidaknya ada dua puluh orang yang menghadang Raka di halaman rumah Febi. Namun, itu sama sekali bukan masalah bagi Raka. Sampai ia melihat orang di balik orang-orang itu. “Di mana istriku?” tuntut Raka ketika Teddy, adik tiri Anton, muncul. “Istrimu? Febi?” Raka mengepalkan tangan geram. Jelas, pria itu tahu keberadaan Febi. “Apa yang kamu inginkan dari aku?” “Apa lagi? Sahamnya Anton. Sekarang ada di kamu, kan?” Teddy tersenyum licik. “Buat saham itu jadi milikku sebelum rapat pemegang saham besok.” “Aku akan nyerahin itu ke kamu. Tapi, kalau Febi terluka sedikit aja, kamu nggak akan dapat apa pun dari aku. Bahkan, aku nggak cuma akan ngirim kamu ke penjara. Aku juga akan ngirim orang untuk ngebunuh kamu di sana nanti. Jadi, jangan sentuh Febi.” Teddy menyipitkan mata. “A

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN