~Hidup tentang bagaimana kamu menyikapinya, bukan tentang bagaimana kamu merasakannya. Percayalah, tidak sebuah kebahagiaan menemanimu dalam keabadian~ Cella membulatkan matanya karena kesal dengan apa yang baru saja dilakukan Patra. "Tidak tahu malu," dengus Cella lirih. Meski begitu, Patra masih bisa mendengarnya. Senyum tipis menghias bibir seksinya. "Cella, tidak baik memperlakukan laki-laki seperti itu," ucap mama menengahi. "Kan, baru juga mulai deket sama mama udah Wanita yadibelain terus. Apalagi kalau beneran jadi anaknya," sungut Cella kesal. "Cella, makanlah nasi di piringmu atau harus aku yang menghabiskannya?," ucap Patra mengingatkan. "Hm," jawab Cella malas. Mereka bertiga makan dalam keheningan. Hanya ada suara piring dan sendok yang beradu. Jangkrik pun juga enggan

