"Sekarang bukan hanya sekedar menjelaskan, namun sebuah pengertian. Bisakah kau pahami bahwa tidak segalanya bisa kau miliki? Wujudmu sangat nyata, bayangmu juga ada, tapi kenapa memilikimu hanya fatamorgana?" =============== Wanita itu terus menghubungi Patra. Tidak ada kata jera sebelum pria menjawab panggilannya. Cella risih mendengar ponsel milik kekasihnya. Wanita itu lantas menatap dalam ke arah manik mata. Ada kesungguhan di dalam sana. Tidak ada kepalsuan yang tersirat di sana. Masih saja kejujuran menjadi sumber kebahagiaan. Cella mengulurkan tangan kanan guna menggapai wajah Patra yang nyaris sempurna. Meski dalam genggaman, Cella sadar peran apa yang diperankan. Ia hanya kepingan kecil jika dibanding dengan siapapun yang hadir. Pria dewasa itu membalas tatapannya. Membia

