"Aku tidak tau bagaimana denganmu. Hanya saja aku menetapkan kamu sebagai rasa syukurku Meski tidak bisa selalu setidaknya kita pernah bersatu" ====== Relakan ia yang hilang, sambutlah ia yang datang. Cella membujuk Patra yang sedang luar biasa berada di mode on butuh rayuan. Kalimatnya adalah umpan untuknya dan pria itu mengutuk siapapun yang berani mengomentari hidupnya. Cella terkekeh sejak tadi. Kali ini pria mana lagi yang ia cemburui. Meski tidak mengucapkan secara langsung, namun Cella paham betul. Tingkah konyol kekasihnya tidak akan berubah. Akan terus terngiang. "Patra, udah dong sayang. Kenapa sih manyun terus dari tadi," ucap Cella sembari menggoyang tubuh Patra. Rasanya mereka selalu punya varian rasa baru. Mungkin saat ini keduanya sedang mencicipi varian itu. Patr

