"Cella tunggu!," teriak Patra yang baru keluar dari ruangan. Mendengar namanya di panggil, Cella hanya mengecilkan bahu. Wanita itu tidak menunggu Patra, tapi justru berjalan semakin cepat. Meskipun Patra ditinggal, laki-laki itu tetap bisa mengejar Cella karena tenaganya lebih besar. "Kena ju ga," ucap Patra setelah mendapatkan tangan Cella. Laki-laki itu menggenggam tangan Cella erat agar menghentikan langkahnya. Cella berhenti dan mengamati Patra. Melihat laki-laki di depannya menghembuskan nafas kasar, Cella lalu tersenyum manis. "Capek kan? Apalagi kalau dituduh hamil," sindir Cella. Patra menatap Cella dengan gemas. Bagaimana mungkin Cella menyalahkan dirinya jika apa yang dilakukan Patra benar. Dia hanya memastikan Cella tidak hamil, tapi lagi-lagi wanita itu membahasnya. "Sek

