Serumit apapun proses, jika kita tau akhirnya akan bahagia pasti sanggup untuk menerima. Namun, sebahagia kamu pada awalnya, ketika berujung dengan kecewa pasti akan meminta waktu untuk mengulanginya. ========================================== Lilina tersenyum seraya menggamit manja lengan Patra. Sementara laki-laki itu tersenyum sinis. Dia mengukir sejarah dalam hidupnya untuk sekali saja berbuat dosa. Saat Lilina hendak menyandarkan kepalanya, tapi sang empu segera menahan. Patra membelai lembut rambut panjang milik calon tunangannya. Tanpa sadar hal itu justru membuat Cella semakin menitikan air mata. Cella hendak bangkit, namun Patra menahan dengan tangan kirinya. Laki-laki itu memalingkan wajah menatap wanita tercintanya. "Tetaplah di sini," gumam Patra. "Untuk apa? Apakah untu

