Tidak ada yang slaah dari sebuah resah Hanya saja, terkadang dia hadir di waktu yang membuatmu gelisah ====================================== "Aku rindu bar," ucap Patra. Cella membulatkan mata. Bagaimana mungkin seorang Patra merindukan hal yang tidak pernah ia inginkan. Sekedar menginjak dunia malam saja laki-laki itu enggan. Senyum tipis terbit di bibir Patra. Dia suka saat dimana Cella terlihat asing di matanya. Wanita istimewa itu pemilik ratusan ekspresi mimik di wajahnya. "Kenapa sayang? Ada yang keberatan hm?" ucap Patra santai. Cella mengerucutkan bibir. Kekasihnya selalu membuat dia kesal. Kesel sih, tapi suka. Cella terkekeh dalam hati. Melihat Cella diam tanpa bicara, tapi tersenyum tanpa alasan membuat Patra berniat ingin membuatnya kesal. "Ting!" Patra menyentuh hidun

