Singkat saja, aku pernah bercerita dengan tema asmara. Bermula dari senyuman, bersama karena perasaan, lalu berakhir karena perselisihan. Kadang aku berkaca lalu bertanya 'adakah ruang tawa untukku? Rasanya hampir sepanjang waktu aku menghabiskan luangku dengan membisu' ======= Secara usia keduanya sudah berada di batas remaja. Bukankah dewasa tidak hanya diukur berdasarkan umur saja? Wanita itu? Patra memejamkan mata. Ia paham apa yang tengah dilakukan kekasihnya. "Bisakah kau lupakan dia? Em, maksudku jangan kau beri hati agar dia tidak perlu menantimu lagi," ucapnya lirih. Bukan lagi bariton yang terdengar tegas. Bukan pula nyaring tawa yang biasanya lepas. Pria itu ingat dengan Rangga. "Aku lebih mempercayai firasatku dari pada kamu. Hanya saja, aku yakin firasatku sama dengan

