"Apa maksudmu?," tanya Cella. "Nanti kamu akan tahu," jawab Patra. Cella mengikuti kemana Patra pergi. Patra sebenarnya memaksa Cella agar menunggunya di mobil, tapi wanita itu menolak. "Aku tidak mau sendirian di mobil Patra," tolak Cella dengan manja. "Arghhk kamu membuatku ingin segera memangsamu! Jangan bertingkah manja seperti itu," dengus Patra. Setelah mengantri di kasir dan membayar belanjaannya, Patra menuju mobil dan melajukan menuju apartemennya. Cella berdecak kagum ketika tiba di depan gedung pencakar langit. "Wua, coba aku bisa tinggal disini," gumam Cella penuh kekaguman. "Kamu bisa Cella, asalkan mau menjadi istriku," goda Patra. "Dasar laki-laki tengil," gerutu Cella. "Tengil, tapi kamu suka kan?," bisik Patra seraya mengecup pipi Cella. Wajah Cella mendadak mero

