Bangku di ujung taman menjadi pilihan Patra. Langkah kakinya terhenti dan p****t seksinya mendarat di kursi sampingnya. Diikuti Cella yang melakukan hal sama. Laki-laki itu ingin mengingat dengan jelas bagaimana awal mlka mereka bersama. "Kamu tau apa yang membuatku membawamu ke sini?," bisik Patra. Cella menggeleng, bukan dia tidak tahu. Namun rasa kesal saat itu masih teringat dengan jelas dalam benaknya. Bagaimana mungkin wanita yang saat ini di samping laki-laki itu melupakan peristiwa memalukan. "Baby, look at me please," ucap Patra seraya menangkupkan kedua tangannya untuk membingkai wajah Cella. Semburat merah terlihat di pipi Cella. Entah dia selalu saja malu saat Patra mendekatkan wajah mereka. Padahal keduanya sering melakukan yang lebih dari itu. "Hei, wajahmu memerah. Apa

