21 | U R My Flashlight

1503 Kata

Tristan meremas jemari mungil Seina. Wajah gadisnya begitu damai dalam tidur panjangnya. Sudah nyaris sebulan, malaikatnya tertidur tanpa peduli akan semua orang yang mencemaskannya. Sudah nyaris sebulan semenjak kematian Teressa, Tristan selalu mengunjungi makam gadis itu, sekadar melimpahkan curahan hatinya tentang kisah mereka. Teressa, Seina, dan dirinya. Tristan termangu, terkadang ia berterima kasih pada Teressa di depan makam gadis itu. Ia berpikir kalau tanpa gadis itu, semua juga tidak akan sama. Ia tidak akan mengenali perasaannya terhadap Seina yang semakin lama begitu mendalam. Ia akan dapat membedakan yang mana benar mencinta dan yang manakah hanya ambisi. Ia tidak akan tahu arti kehilangan. Ia tidak akan pernah merasa bahagia yang sesungguhnya. Teressa memang k**i, jahat, i

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN