Clara masih terpesona kala memasuki ruang seminar kepenulisan. Ia melihat poster besar dirinya sendiri terpampang dengan jelas di pintu masuk. Clara mengambil napas panjang. Semuanya terasa begitu mengalir dan lancar, berjalan sesuai dengan keinginannya, sama sepertinya yang pernah ia harapkan jauh-jauh hari. Clara merasa mimpinya itu semakin dekat untuk digapai, semakin mudah untuk diraih. "Sudah siap, Clif?" Seseorang bertanya sambil menepuk bahu Clif. Rupanya itu salah satu panitia acara. "Siap, Kak." "Luar biasa. Datang empat puluh lima menit lebih awal? Sepertinya kamu sangat tertarik dengan seminar ini." "Jelas sekali, Kak. Ini adalah seminar pertama saya." "Pertama?" "Maksudnya, seminar pertama yang menjadikan saya sebagai tamunya. Sebab dari dulu, setiap saya datang ke ac

