Bunyi notifikasi pesan instan dari ponsel Clara berbunyi. Ia cukup heran, mengingat kalau itu dari Naren, laki-laki itu tidak akan mungkin mengiriminya pesan pagi-pagi sekali. Atau ya, ia juga jarang memulai sebuah percakapan. Kebanyakan percakapan, pasti Clara yang memulai. Gadis itu tiba-tiba merasa lucu, sebab untuk perkara sepele mengenai siapa yang mengirim pesan saja, ia harus menebaknya dengan rumit. Clara mengambil ponsel dan melihat siapa yang mengirim pesan. [Clif, bagaimana kolaborasi kita?] Deg. Entah dari mana debar itu tiba-tiba saja hadir. Itu hanya kalimat pertanyaan yang San layangkan untuknya. Kalimat pertanyaan yang biasa-biasa saja, tapi kenapa hatinya harus merasa berbeda. Clara berusaha menormalkan detak jantungnya. Ia melihat ke sembarang arah, sebelum mengetik ba

