2025 (3)

1447 Kata

Berbeda dengan rumah lainnya yang mulai sunyi seiring berjalannya waktu, rumah Aisha dan Wira justru menjadi pusat keramaian. Setiap Ramadan, rumah mereka selalu dipenuhi suara tawa, obrolan, dan langkah-langkah kecil cucu-cucu mereka yang berlarian ke sana kemari. Di malam pertama Ramadan kali ini, suasana tak jauh berbeda. Rumah mereka adalah tempat berkumpul, bukan hanya bagi anak-anak mereka sendiri, tapi juga bagi keluarga besar. Ardan dan Dina, anak kembar mereka yang sudah menikah, membawa serta keluarga masing-masing untuk berbuka puasa di sini. Ardan datang bersama istrinya, dan ketiga anak mereka. Sementara Dina datang bersama suaminya, Adit, dan anak sulung dan anak bungsu mereka, Lara dan Nizam. Aisha tersenyum puas melihat rumahnya penuh seperti ini. Di ruang tamu, para men

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN