"Tapi ganggu, paa! Mereka tuh suka lempar-lempar bola kalau kita main di taman. Padahal kita gak ganggu." Nizam ikut mengangguk-angguk. Kakaknya kan sedang mengadu pada papa mereka tuh. Yang diharapkan ya bisa membantu mengusir para bocah gendut. Pagi ini kan mereka baru saja selesai sahur nih. Suara masjid pertanda imsak juga terdengar. "Bocah-bocahnya yang mana?" Papanya gagal paham. Dina tertawa. Ya lah. Wong suaminya sahur setengah mengantuk. Baru tidur satu jam lalu karena sibuk menyelesaikan desain. Memang masih ada beberapa proyek yang ia desain sendiri, ada juga yang dibuat timnya. "Itu loh, Dit. Yang suka lompatin pagar komplek. Biar bisa main bola di situ. Soalnya kan di g**g seberang mana ada lapangan bola buat main. Jalanan g**g sempit gitu lagi." "Gitu loh, Adiiiit! Uuu

