Tari turun dari atas tempat tidur, Raka masih tertidur. Saat pulang sholat subuh dari musholla, Raka kehujanan, dan seperti biasa, diarenya kumat. Setelah makan pucuk daun jambu biji, dan meminum teh tuha, serta diolesi minyak kayu putih tubuhnya, akhirnya diarenya bisa berhenti juga. Tapi ia terlihat lemas. Tari merapatkan selimut yang menutupi tubuh Raka, dikecupnya kening Raka lembut. "I love you Aa" bisiknya. Tari menengok Cantika yang usianya sudah 9 bulan di boks bayinya, sebelum ia ke luar dari kamar. Tari menuju dapur, ia ingin membuat sarapan. Tari menggoreng ayam yang sudah diungkep Raka. Sayurnya, ia menumis sasapan jagung manis dengan kacang panjang. Sebenarnya Tari lebih suka buncis, tapi Raka tidak suka buncis, mahung kata Raka. Setelah semua siap, Tari membawa nampan b

