Revan berjalan pulang dari sholat subuh di musholla bersama Soleh, Cantika, Aska, Asifa, Asma, Revano, dan Vanda. Rara tidak ikut, ia sholat di rumah bersama Asila. Saat ini, Rara, dan Asila, berada di ruang tamu. Asila berjalan mondar mandir dengan perasaan gelisah. Terkadang ia duduk, dan menarik panjang napasnya, lalu ia hembuskan dengan perlahan. Rara berdiri di ambang pintu depan, dengan dua tas milik Asila yang sudah disiapkan, karena Asila ingin segera diantar ke rumah sakit. "Sakit sekali ya, Acil." Rara menatap Asila. Wajah Asila sudah dipenuhi titik peluh. Ia terus meringis sambil memegang pinggang, dan perutnya. "Ra ...." Asila mencengkeram lengan Rara. Rara semakin cemas saja, tapi suara orang mengobrol di halaman rumah membuat hati Rara lega. "Acil mau melahirkan, ce

