Di luar kamar, Asila duduk bersama Asifa, Rara, dan Razzi di ruang tengah. Saat pintu kamar Soleh terbuka semua menatap Aska yang ke luar dengan wajah murung, mata merah, dan tubuh lesu. "Bang?" Asifa mendekat, dengan perasaan yang tidak enak. "Kalian masuklah." Aska meninggalkan ambang pintu. Asifa, Asila, Rara, dan Razzi masuk ke dalam. Sedang Revan masih menidurkan putra, dan putrinya. "Abba ...." Soleh yang tengah membaca ayat suci menolehkan kepalanya. "Amma ...." "Nini!" Tubuh Rara hampir jatuh ke atas lantai, andai Razzi tak memegangi tubuh istrinya. Asifa, dan Asila jatuh berlutut. Tubuh mereka berdua gemetar. Asifa beringsut untuk mendekati ranjang. Dengan tangan bergetar, dibuka kain yang menutupi wajah Cantika. "Amma ...." Asifa menutupkan kembali kain itu. Tubuhnya b

